DPRD Kota Probolinggo, Stop Pengaspalan Galian Jargas

Komisi III DPRD Kota Probolinggo, saat sidak galian jargas di perempatan Jalan Brantas.

PROBOliNGGO, CitraBayuangga.com – Komisi III DPRD Kota Probolinggo meminta, pemkot hentikan pekerjaan pengaspalan galian Jaringan Gas (Jargas). Tak hanya itu, komisi yang diketuai Agus Riyanto tersebut juga meminta, dibongkar.

Sebab, jalan bekas galian proyek strategis nasional tersebut, banyak yang ambles, bahkan ada yang lebih tinggi. Sehingga membahayakan pengendara terutama kendaraan roda dua. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Komisi III saat sidak di jalan Brantas dan Abdurrahman Wachid (Gusdur), Rabu (14/10/21)

Kondisi seperti itu terjadi karena penutupan galian jargas dikerjakan asal-asalan, tidak sesuai tekhnis. Pernyataan tersebut disampaikan Heri Poniman, salah seorang anggota komisi III. Disebutkan, jalan menjadi ambles karena tanah uruk yang dipakai menutup galian atau lubang, asalah tanah biasa. “Harusnya dibagian bawah dikasih onderlagh atau batu,” sebutnya.

Menurut Poniman, lubang diuruk dengan tanah biasa dan langsung diaspal, sehingga ambles karena tidak mampu menahan beban. Ia berharap, lubang jargas yang ambles seperti di jalan Soekarno-Hatta dan Panjaitan, dibongkar. “Semuanya dibongkar dan harus dipasangi batu onderlagh,” tandasnya.

Sementara itu ketua Komisi Agus Riyanto menyebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak tegas dan membiarkan pekerjaan yang terkesan asal-asalan. Sehingga jalan menjadi ambles karena tidak kuat menahan beban kendaraan. “Ya, harus dihentikan. Yang sudah diaspal digali lagi,” tegasnya.

Hal tersebut terjadi karena menurut Agus, antara Kontraktor Jargas, Bagian Perekonomian dan Dinas PU tidak berkoordinasi. Bahkan, sepertinya tidak ada pengawasan, sehingga proyek nasional, tidak nasional. “Ini proyek tidak nasionalis lagi, karena tidak memikirkan keselamatan masyarakat,” katanya dengan tegas.

Dalam kesempatan itu Agus menyebut, jalan ambles tidak hanya di jalan Brantas dan jalan Gusdur, tetapi di seluruh kota Probolinggo. Karenanya komisi II merekomendasi agar lubang yang kaung diaspal, diperbaiki lagi. Bagi lubang yang belum diaspal dan hanya diurug, harus diawasi sehingga pekerjaannya lebih baik.

Politikus PDIP tersebut meminta PU untuk memanggil kontraktor yang mengerjakan proyek nasional strategis tersebut. Dalam kesempatan itu Agus menegaskan, bukan tidak setuju dengan proyek pemerintah pusat. “Kami mendukung proyek ini. Tapi penyelesaian akhirnya harus dikembalikan seperti semula,” pintanya.

Beny Kasi Pemeliharaan jalan pada Dinas PU menyebut, pihaknya pernah bertemu dalam sebuah rapat koordinasi (Rakor) bersama leading sektornya yakni, Bagian Perekonomian. Dalam pertemuan awal tersebut disepakati untuk bekerjasama dan berkoordinasi. “Tapi sampai sekarang tidak ada koordinasi,” ujarnya.

Untuk jalan yang rusak akibat digali, Beni akan menjalankan rekomendasi komisi III. Pihaknya juga berharap pihak jargas untuk mengembalikan kondisi jalan seperi sedia kala. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak jargas. Rekommendasi komii III tetap kami laksanakan,” pungkas pria yang menemani komisi III sidak. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *