Penunggak Pajak Kendaraan di Probolinggo Ribuan, Yang Bayar Dapat Umroh

Ilustrasi kendaraan roda dua yang kena tilang Foto : citrabayuangga.com

Citra Bayuangga– Rupanya, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, penunggak pajak kendaraan bermotor paling banyak. Disusul 6 kecamatan lainnya yakni, Kecamatan Sumberasih, Kanigaran, Wonomerto, Kademangan, Tongas, Wonoasih dan Kecamatan Kedopok.

Tunggakan pajak tersebut diungkap, Kepala UPT Bapedda, Provinsi Jawa Timur, Zainal Arifin saat acara ngopi bareng. Acara bersama awak media tersebut berlangsung, Senin 27 Oktober 2023 malam di Warung Kamma, si salam areal Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur

Acara Piramida yang dimotori Polres Probolinggo Kota ini, dihadiri Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Subiyantana, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Tommi Hermanto, dan perwakilan Jasaraharja serta Bapedda Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Bapedda Provinsi Jawa Timur Zainal Arifin menyebut, jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang terdata di kantor Samsat (Sisitem Administrasi Manunggal Satu Atap) Kota Probolinggo, ada 239.225 kendaraan.

Sedikitnya, ada 95 ribu kendaraan yang belum membayar pajak alias nunggak. Jumlah kendaraan yang belum membayar pajak terbanyak Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, yakni 29 ribu kendaraan.

“Dari 8 kecamatan di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota,  paling banyak penunggak pajaknya Kecamatan Mayangan. Kurang lebih 29 kendaraan,” kata pria yang akrab disapa Wiwin tersebut.

Disusul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo sebanyak 17 ribu, kemudian Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, 14 ribu kendaraan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Kademangan, Kabupaten Probolinggo, masing-masing 10 ribu kendaraan.

Selanjutnya, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo berjumlah 9 ribu kendaraan. Terakhir, Kecamatan Wonoasih dan Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, masing-masing 8 ribu kendaraan yang belum membayar pajak alias menunggak.

“Kami akan melakukan penagihan door to door. Kami apresiasi dengan undian umroh, dan penghapusan pajak diatas dua tahun,” kata Wiwin.

Yang juga tidak kalah pentingnya lanjut Wiwit, pemilik kendaraan melapor kondisi kendaraannya ke petugas. Sebab, tidak sedikit penunggak pajak yang kendaraannya sudah tua dan tidak laik dipakai.

Bahkan ada yang sudah jadi rongsokan, namun tidak dilaporkan. Sehingga secara administrasi masih terdata atau tercatat. Padahal kendaraannya sudah tidak ada. Karenanya Wiwit berharap, masyarakat melaporkan kendaraannya, terutama yang sudah tidak laik jalan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *